Dokumentasi resmi kegiatan Dukung Swasembada Gula dan Energi Nasional di Universitas Diponegoro

Dukung Swasembada Gula dan Energi Nasional

UNDIP, Semarang (30/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) guna memperkuat...

UNDIP, Semarang (30/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) guna memperkuat akselerasi swasembada gula dan ketahanan energi nasional. Kerja sama strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Industri Gula Berkelanjutan pada Kamis (29/10) yang berlangsung di Rektorat, Gedung Widya Puraya Lantai 2, kampus UNDIP Tembalang.

Dokumen Nota Kesepahaman ini ditandatangani secara langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, S.P., M.Si., serta turut disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas dan PT SGN. Dalam sambutannya, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut hangat kolaborasi ini dan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyumbangkan gagasan konkret bagi industri strategis negara. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gula dan energi nasional merupakan agenda vital yang memerlukan sinergi erat antara akademisi dan praktisi industri.

Sorotan Utama dan Perkembangan Kegiatan

“Sinergi ini sangat penting karena tantangan besar industri tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus berbagi beban dan saling bertukar pemikiran. Saya berharap kawan-kawan dari Fakultas Teknik dan FPP dapat segera mengeksekusi riset terapan serta inovasi nyata yang dibutuhkan oleh PT Sinergi Gula Nusantara demi kemajuan bangsa,” ujar Prof. Suharnomo.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa sebagaisub-holdingperkebunan gula yang mengelola 42 pabrik gula di seluruh Indonesia, pihaknya mengemban amanat besar pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional sekaligus mendorong transisi energi hijau melalui pengolahan bioetanol. Ia menilai sentuhan riset berbasis perguruan tinggi sangat krusial untuk mengawal transformasi bisnis tersebut.

“Kami mendapatkan tugas besar dari pemerintah terkait pencapaian swasembada gula dan energi. Tahun ini kami memproses pembangunan pabrik bioetanol baru serta penambahan kapasitas pabrik gula. Kami merasa potensi pemborosan energi di operasional pabrik masih cukup besar, sehingga kami sangat berharap bisaback to campusuntuk merumuskan skema kerja sama konkret bersama UNDIP,” tegas Mahmudi.

Dampak Strategis dan Kolaborasi Berkelanjutan

Melalui Nota Kesepahaman ini, kerja sama kedua belah pihak diproyeksikan berfokus pada sejumlah area strategis. Hal tersebut meliputi kajian efisiensi dan audit energi operasional pabrik guna meminimalkan potensi pemborosan energi, serta penerapanwater management systemuntuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu secara berkelanjutan.

Di samping itu, kolaborasi ini juga diarahkan pada penanganan tata kelola bisnis tebu di lahan kering dan kawasan hutan yang mencakup 70 persen lahan petani, sekaligus perakitan varietas tebu unggul berbasis bioetanol guna mendukung target nasional program bahan bakar E20.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi awal dan pijakan yang baik bagi UNDIP dan PT Sinergi Gula Nasional dalam merealisasikan riset terapan di lapangan. Langkah awal kolaborasi ini ditargetkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian kedaulatan pangan, kemandirian energi nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Komunikasi Publik/UNDIP/Arsy)